Showing posts with label cerita sufi. Show all posts
Showing posts with label cerita sufi. Show all posts

13 June 2009

Bagaimana Bertingkah Laku Di Surga

Pada suatu hari Nasruddin mengendarai keledainya,meninggalkan kota Akhshehir menuju kota Yalvach.Di tengah jalan ia bertemu seorang lelaki yang mengheghentikkannya sambil berkata,"Hai,"Nasruddin,kapan aku akan mati?"
"Bagaimana aku bisa tahu?"tanya Nasruddin terheran-heran.
"yah,tapi aku bisa bilang kapan kau mati!"kata lelaki itu."
"Jadi,kapan aku mati?"tanya Nasruddin terkejut.
"Kamu nanti mati kalau keledaimu meringkik tiga kali berturut-turut,"kata lelaki itu.
"Luar biasa!"komentar Nasruddin.




Nasruddin pun melanjutkan perjalananya ke arah Yalvach,dan beberapa saat kemudian keledainya meringkik.Ia pun menghitung ringkikkan keledainyaitu,dan setelah genap tiga kali,ia pun turun dari keledainya,melengtangkan diri di jalan dan berkata kepada dirinya sendiri,"kini aku sudah mati."

Ia melihat seekor serigala menyergap keledainya dan menyantapnya.
"O'keledaiku yang malang,"katanyakematianku dan kematianmu tyernyata bersamaan datangnya.

Ketika Nasruddin tidak pulang malam itu,istri dan pembantunya bingung dan pergi mencarinya.Mereka menemukannya tergelatak di tepi jalan.istrinya berkata,"Nasruddin,kenapa kau tidak pulang?".
oh,istriku,aku tidak pulang karena sudah mati.Engkau harus membawaku pulang dan menguburkan aku baik-baik.

Istri dan pembantunya mencoba meyakinkannya bahwa ia masih hidup.tetapi usah itu sia-sia dan tak ada gunanya.Nasruddin tetap ngotot mengatakan bahwa ia telah mati,dan bahwa harus dikuburkan.Jadi istri dan pembantunya membawanya pulang dan memandikannya.Lalu dibungkus dengan kain kafan.Kemudian istrinya memanggil tetangga-tetangganya dan mengumumkan kematiannya.

Setelah serentetan doa dan upacara,Nasruddin kemudian dibawa ke kubur dan di masukkan ke liang lahat.Namun istrinya meminta agar ia tidak ditimbun tanah sampai hari berikutnya,karena ia berharap bahwa suaminya itu akan sadar kembali.

Setelah di masukkan ke dalam lubang kubur selama sekitar dua jam,Nasruddin mendengar suara kelintingan mendekat.Suara itu datang dari seorang penjaja yang keledainya penuh dibebani piring dan mangkuk.Nasruddin mengangkat kepalanya dari kuburan untuk melihat suara apa yang terdengar itu,tentu saja hal itu membuat si keledai terkejut luar biasa.Keledai yang lewat itu melonjak-lonjak dan lari pontang-panting,melemparkan semua barang dagangan yang ada di punggungnya dan tentunya piring-piring itu pun pecah dan berantakkan.Penjaja itu marah pada Nasruddin dan mulai memukilinya.

Kenapa saya di pukuli,aku sudah mati dan kau tidak bisa memukili orang mati,teriak Nasruddin.

Tetapi penjaja tidak menghiraukan dan memp[erhatikan teriakan itu sama sekali,dan terus memukilinya.Akhirnya Nasruddin merasa begitu sakit dan ia pun terpaksa menyeret dirinya pulang.Tetangganya tentu sangat terkejut melihatnya hidup kembali,dan salah seorang di antara mereka itu berkata kepadanya,Nah,Nasruddin,kamu sudah pernah berada di akhirat.Coba ceritakan macam apa keadaan di sana itu.

Nasruddin menjawab,Wah,sobat,akhirat itu enak sekali suasananya asal saja engkau tidak menakut-nakuti keledai yang sedang membawa mangkuk-mangkuk dan piring-piring.

NASRUDDIN DAN MENANTU TUHAN

NASRUDDIN DAN MENANTU TUHAN

Pada suatu hari seorang hafis datang ke kota tempat Nasruddin dan menanyakan rumahnya.Setelah mendapat penjelasan,hafis itu pun pergi ke rumah Nasruddin,setelah selesai melaksanakan salat Isya di masjid.

Ketika terdengar ketukan di pintu,Nasruddin melongk dari jendelah dan bertanya,siapa itu?
"saya,"jawab hafis.
ya,tetapi saudara siapa?" tanya Nasruddin.
"Saya ini menantu Tuhan.Maukah saudara menerima saya menginap di rumah ini?"
Tunggu dulu,"jawab Nasruddin.
Ia pun mengenakan jubahnya dan mengenakan sepatunya,lalu keluar menuju masjid,sedangkan hafis itu mengikutinya dari belakang.
Sesampai di masjid,Nasruddin membuka pintu masjid dan berkata,
"silakan masuk saudara,ini adalah rumah mertua Anda

NASRUDDIN MEMBAGI LIMA TELUR

Dalam masa kerajaan di Turki,Raja Turki sempat datang ke Akhshesir tempat kediaman Nasruddin.Ketika memasuki kota,raja itu melihat Nasruddin melilitkan handuk di kepalanya,duduk di pinggir jalan melihat arak-arakan sang raja.Raja tertarik oleh lelaki yang berikat kepala handuk itu,dan memerintahkan prajuritnya untuk membawa Nasruddin ke hadapannya.
"Siapa kamu ? tanya raja kepada Nasruddin.
"saya ini Dewa Bumi,"jawab Nasruddin tenang.
"Nah lantaran kau dewa bumi,tentunya kau bisa membesarkan mata prajuritku yang sipit ini!"
"Loh kalo begitu,Baginda ini ternyata tidak memahami yang saya maksudkan.Saya dewa bumi dan bukan dewa langit.Kalau memang baginda mengingkan agar mata prajurit baginda yang sipit itu jadi besar,seharusnya baginda meminta pertolongan dewa langit

burung ?

sebab dialah yang yang mengurus segala masalah mulai dari pusar ke atas.Dan kalau baginda meminta tolong saya,urusan saya adalah segala yang berkaitan dengan bagian pusar ke bawah,sebab saya dewa bumi.
Setelah itu,Raja berbincang-bincang dengan nasruddin beberapa lamanya.Raja sangat terkesan oleh kecerdasannya.Setelah puas berbincang-bincang,Nasruddin pun di perbolehkan pulang.
Beberapah hari kemudian,raja itu memerintahkan prajuritnya agar membawa Nasruddin kehadapannya.Salah seorang di antara selir raja itu telah merebus lima butir telur,dan raja mengundang makan nasruddin.Katanya kepada Nasruddin.aku ingin agar kau membagi telur ini secara adil di antara kita bertiga.
Tanpa ragu-ragu Nasruddin mengambil lima butir telur itu lalu berkata,yang Mulia,ini sebutir telur untuk baginda sebab baginda sudah memiliki dua butir.Ini sebutir untuk saya,sebab saya juga sudah punya dua butir.Lha yang tiga lagi untuk istri Baginda,sebab ia tidak punya sebutir pun di bawah pusarnya.

Iklan